Cara Menghitung Selisih Stok BBM Industri: Dari Data Pengiriman hingga Pemakaian

Bagi perusahaan yang menggunakan BBM dalam jumlah besar, pencatatan stok bukan hanya tentang mengetahui berapa liter bahan bakar yang masih tersedia. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa stok berdasarkan catatan sesuai dengan jumlah BBM yang secara fisik tersedia.

Perbedaan antara keduanya disebut sebagai selisih stok. Selisih tersebut bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kesalahan pencatatan, perbedaan hasil pengukuran, keterlambatan input data, hingga kondisi operasional selama penyimpanan dan pemakaian. Karena itu, perusahaan yang menggunakan BBM secara rutin perlu melakukan rekonsiliasi stok secara berkala.

Apa yang Dimaksud dengan Selisih Stok BBM?

Selisih stok BBM adalah perbedaan antara stok yang seharusnya tersedia berdasarkan catatan administrasi dengan stok yang ditemukan berdasarkan pengukuran fisik.

Secara sederhana: Selisih Stok = Stok Buku – Stok Fisik

Contohnya, berdasarkan pencatatan perusahaan seharusnya masih tersedia 12.000 liter BBM. Setelah dilakukan pengukuran, stok fisik ternyata 11.800 liter. Maka: 12.000 – 11.800 = 200 liter. Artinya terdapat selisih sebesar 200 liter. Namun, angka tersebut belum menjelaskan penyebabnya. Perusahaan masih perlu melakukan pemeriksaan terhadap data penerimaan dan pemakaian.

Data Apa Saja yang Dibutuhkan?

Untuk menghitung stok BBM dengan benar, setidaknya terdapat beberapa data yang perlu disiapkan:

  1. Stok awal
  2. Penerimaan BBM
  3. Pemakaian BBM
  4. Stok buku
  5. Stok fisik

Data tersebut sebaiknya berasal dari periode yang sama. Misalnya perusahaan ingin melakukan pengecekan stok selama bulan September, maka seluruh transaksi penerimaan dan pemakaian yang digunakan dalam perhitungan harus berada pada periode tersebut.

Rumus Dasar Menghitung Stok BBM

Stok buku dapat dihitung menggunakan rumus:

Stok Buku = Stok Awal + Total Penerimaan – Total Pemakaian

Contohnya:

  • Stok awal: 10.000 liter
  • Penerimaan: 20.000 liter
  • Pemakaian: 18.500 liter

Maka:

10.000 + 20.000 – 18.500 = 11.500 liter

Jadi, berdasarkan catatan administrasi, stok seharusnya adalah 11.500 liter. Selanjutnya jumlah tersebut dibandingkan dengan stok fisik.

Contoh Menghitung Selisih Stok BBM Industri

Misalnya sebuah perusahaan memiliki data selama satu bulan sebagai berikut:

KomponenJumlah
Stok awal10.000 liter
Pengiriman pertama10.000 liter
Pengiriman kedua15.000 liter
Total pemakaian32.500 liter
Stok fisik2.200 liter

Pertama, hitung total penerimaan: 10.000 + 15.000 = 25.000 liter
Kemudian hitung stok buku: 10.000 + 25.000 – 32.500 = 2.500 liter
Berdasarkan administrasi, seharusnya masih tersedia 2.500 liter.
Namun hasil pengukuran fisik menunjukkan 2.200 liter.
Maka: Selisih = 2.500 – 2.200 = 300 liter

Dalam contoh ini terdapat selisih 300 liter antara stok buku dan stok fisik.

Selisih Positif dan Selisih Negatif

Selisih stok tidak selalu berarti stok fisik lebih sedikit daripada catatan. Ada dua kondisi yang dapat ditemukan.

1. Stok Fisik Lebih Sedikit

Misalnya:

  • Stok buku: 5.000 liter
  • Stok fisik: 4.800 liter

Selisih:

5.000 – 4.800 = 200 liter

Artinya stok fisik lebih rendah daripada yang tercatat.

Kondisi ini perlu diperiksa karena dapat menunjukkan adanya transaksi pemakaian yang belum tercatat, kesalahan pencatatan penerimaan, kesalahan pengukuran, atau faktor lain yang perlu ditelusuri.

2. Stok Fisik Lebih Banyak

Misalnya:

  • Stok buku: 5.000 liter
  • Stok fisik: 5.150 liter

Maka:

5.000 – 5.150 = -150 liter

Artinya stok fisik lebih banyak 150 liter dibandingkan stok buku.

Kondisi seperti ini juga perlu diperiksa karena dapat menunjukkan adanya penerimaan yang belum dicatat atau kesalahan pada pencatatan transaksi sebelumnya.

Mengapa Stok BBM Bisa Berbeda?

Tidak semua selisih otomatis menunjukkan adanya kehilangan BBM. Ada beberapa kemungkinan penyebab yang perlu diperiksa.

Kesalahan Input Data

Kesalahan memasukkan angka merupakan salah satu penyebab paling sederhana.

Misalnya penerimaan sebenarnya 10.000 liter tetapi tercatat 1.000 liter. Kesalahan seperti ini akan langsung memengaruhi stok buku.

Penerimaan Belum Dicatat

BBM sudah masuk ke lokasi, tetapi dokumen penerimaan belum diinput ke sistem.

Akibatnya stok fisik bertambah, sedangkan stok administrasi masih menggunakan data lama.

Pemakaian Belum Dicatat

Kondisi sebaliknya juga bisa terjadi. BBM sudah digunakan untuk operasional, tetapi transaksi pemakaian belum masuk ke pencatatan.

Stok fisik akhirnya lebih rendah dibandingkan stok buku.

Kesalahan Pengukuran

Pengukuran stok fisik juga perlu dilakukan dengan metode yang konsisten.

Perbedaan alat ukur, posisi pengukuran, waktu pengukuran, atau metode pembacaan dapat menyebabkan hasil yang berbeda.

Faktor Selama Penyimpanan dan Operasional

BBM merupakan produk cair sehingga pengelolaan penyimpanan dan operasional perlu dilakukan dengan baik. Perbedaan hasil pengukuran juga dapat dipengaruhi kondisi temperatur dan karakteristik penyimpanan.

Karena itu, selisih stok perlu dianalisis berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan langsung dianggap sebagai kehilangan.

Bagaimana Cara Menelusuri Selisih Stok?

Jika ditemukan perbedaan, pemeriksaan dapat dilakukan secara bertahap.

Langkah 1: Periksa Stok Awal

Pastikan stok awal yang digunakan memang berasal dari hasil closing periode sebelumnya.

Kesalahan pada stok awal akan terbawa ke seluruh perhitungan berikutnya.

Langkah 2: Cocokkan Semua Pengiriman

Periksa seluruh dokumen penerimaan BBM.

Cocokkan:

  • Tanggal pengiriman
  • Nomor surat jalan
  • Nomor PO
  • Jenis BBM
  • Volume
  • Data penerimaan

Jangan hanya melihat total bulanan. Periksa transaksi satu per satu jika ditemukan selisih yang cukup besar.

Langkah 3: Periksa Data Pemakaian

Selanjutnya periksa seluruh transaksi penggunaan BBM.

Misalnya BBM digunakan untuk:

  • Armada operasional
  • Alat berat
  • Genset
  • Mesin produksi
  • Kendaraan perusahaan
  • Peralatan operasional lainnya

Pastikan tidak ada transaksi yang terlewat atau tercatat dua kali.

Langkah 4: Lakukan Pengukuran Fisik

Setelah data administrasi diperiksa, lakukan pengukuran stok fisik. Waktu pengukuran sebaiknya dicatat agar dapat dibandingkan dengan posisi stok pada sistem.

Langkah 5: Catat dan Evaluasi Selisih

Jika selisih tetap ditemukan, catat jumlahnya dan lakukan evaluasi berdasarkan periode. Misalnya:

BulanStok BukuStok FisikSelisih
Januari10.000 L9.950 L50 L
Februari12.000 L11.850 L150 L
Maret9.500 L9.300 L200 L

Data tersebut menunjukkan bahwa selisih tidak hanya perlu dilihat sebagai angka satu kali, tetapi juga sebagai pola. Jika selisih terus meningkat dari bulan ke bulan, perusahaan perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap proses pencatatan dan operasional.

Cara Mengurangi Selisih Stok BBM

Beberapa langkah sederhana dapat membantu meningkatkan akurasi pencatatan.

Pertama, catat setiap penerimaan segera setelah BBM diterima.
Jangan menunda input karena semakin lama transaksi tidak dicatat, semakin besar kemungkinan data tertinggal.

Kedua, gunakan format pencatatan yang konsisten.
Kolom seperti tanggal, jenis BBM, penerimaan, pemakaian, saldo, dan keterangan sebaiknya memiliki format yang sama setiap periode.

Ketiga, lakukan stock opname secara berkala.
Perusahaan dapat menentukan jadwal pemeriksaan sesuai volume penggunaan dan kebutuhan kontrol internal.

Keempat, pisahkan tugas jika memungkinkan.
Pihak yang menerima BBM, mencatat transaksi, dan melakukan pemeriksaan dapat memiliki fungsi yang berbeda sehingga proses verifikasi lebih mudah.

Kelima, simpan dokumen pendukung.
Setiap angka dalam laporan stok sebaiknya dapat ditelusuri kembali ke dokumen sumber seperti surat jalan, bukti penerimaan, atau catatan pemakaian.

Membuat Rekap Stok BBM yang Sederhana

Perusahaan tidak selalu membutuhkan sistem yang rumit untuk memulai pengendalian stok. Spreadsheet Excel sederhana sudah dapat digunakan dengan struktur seperti:

TanggalKeteranganMasukKeluarSaldo
1 SepStok awal10.000
5 SepPengiriman10.00020.000
12 SepPemakaian6.00014.000
20 SepPengiriman15.00029.000
28 SepPemakaian26.5002.500

Pada akhir periode, saldo dari pencatatan tersebut kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran fisik. Dengan format sederhana seperti ini, bagian operasional dan administrasi dapat lebih mudah mengetahui bagaimana stok BBM berubah dari hari ke hari.

Menghitung selisih stok BBM industri pada dasarnya dilakukan dengan membandingkan stok berdasarkan catatan administrasi dengan stok fisik. Rumus dasarnya adalah: Stok Buku = Stok Awal + Penerimaan – Pemakaian

Kemudian: Selisih Stok = Stok Buku – Stok Fisik

Namun, perhitungan hanyalah langkah awal. Ketika ditemukan selisih, perusahaan perlu menelusuri data penerimaan, pemakaian, dokumen pengiriman, serta hasil pengukuran fisik untuk menemukan penyebabnya.

Dengan pencatatan yang konsisten dan pemeriksaan stok secara berkala, perusahaan dapat memiliki kontrol yang lebih baik terhadap penggunaan BBM dan mengurangi risiko kesalahan administrasi maupun operasional.

FAQ

Apa rumus menghitung selisih stok BBM industri?
Rumus sederhananya adalah Stok Buku dikurangi Stok Fisik. Stok Buku sendiri dihitung dari Stok Awal ditambah Penerimaan dan dikurangi Pemakaian.

Apakah selisih stok BBM selalu berarti BBM hilang?
Tidak. Selisih dapat disebabkan oleh kesalahan pencatatan, transaksi yang belum diinput, perbedaan pengukuran, atau faktor operasional lainnya. Penyebabnya perlu diperiksa terlebih dahulu.

Seberapa sering stok BBM perlu diperiksa?
Frekuensinya dapat disesuaikan dengan volume penggunaan dan kebutuhan kontrol perusahaan. Semakin tinggi frekuensi penggunaan BBM, semakin penting melakukan pemeriksaan secara rutin.

Apa saja data yang diperlukan untuk menghitung stok BBM?
Data utama yang dibutuhkan adalah stok awal, seluruh penerimaan BBM, seluruh pemakaian, dan hasil pengukuran stok fisik.

Apakah Excel bisa digunakan untuk monitoring stok BBM?
Bisa. Excel dapat digunakan untuk mencatat transaksi masuk dan keluar serta menghitung saldo stok secara otomatis. Untuk kebutuhan yang lebih besar, perusahaan dapat menggunakan sistem inventory khusus.

Baca Juga : Proses Pengiriman BBM Industri : Dari Suplier hingga Tangki Konsumen.

Tentang Penulis

afnajayapratama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses