Bagi perusahaan yang menggunakan kendaraan operasional, alat berat, mesin produksi, generator, atau berbagai peralatan berbahan bakar diesel, BBM merupakan salah satu komponen biaya operasional yang cukup besar.
Semakin banyak unit yang beroperasi dan semakin panjang jam kerjanya, semakin besar pula kebutuhan bahan bakarnya. Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya mengetahui berapa liter BBM yang digunakan setiap bulan. Perusahaan juga perlu mengetahui:
Berapa sebenarnya biaya BBM untuk menjalankan operasional?
Dengan perhitungan yang tepat, perusahaan dapat mengetahui konsumsi setiap unit, membuat anggaran bulanan, menemukan pemborosan, dan menentukan strategi pengadaan BBM yang lebih efisien.
Apalagi di era B50, ketika semakin banyak sektor menggunakan campuran biodiesel dengan kadar lebih tinggi, pencatatan dan pengendalian biaya bahan bakar menjadi bagian penting dari manajemen operasional.
Mengapa Biaya BBM Industri Perlu Dihitung?
Kesalahan yang sering terjadi adalah perusahaan hanya melihat total pembelian BBM. Misalnya dalam satu bulan perusahaan membeli: 100.000 liter BBM
Angka tersebut memang menunjukkan volume pembelian, tetapi belum menjawab apakah penggunaannya efisien. Perusahaan perlu mengetahui:
- Berapa biaya BBM per unit?
- Berapa biaya BBM per jam operasi?
- Berapa biaya BBM per kilometer?
- Berapa biaya BBM per ton produksi?
- Unit mana yang paling boros?
- Apakah konsumsi meningkat dibanding bulan sebelumnya?
Dengan data tersebut, perusahaan dapat mengambil keputusan berdasarkan angka, bukan perkiraan.
Rumus Dasar Menghitung Biaya BBM Industri
Rumus paling sederhana adalah:
Biaya BBM = Volume BBM × Harga per Liter
Contohnya:
Kebutuhan BBM: 50.000 liter/bulan
Harga BBM: RpX/liter
Maka: 50.000 × RpX = biaya BBM per bulan
Harga per liter sebaiknya menggunakan harga aktual sesuai produk, lokasi, periode pembelian, dan ketentuan yang berlaku.
Contoh Perhitungan Biaya BBM Alat Berat
Misalnya sebuah perusahaan memiliki:
- 5 unit alat berat
- Konsumsi rata-rata 20 liter/jam
- Operasi 10 jam/hari
- 26 hari operasi/bulan
Maka kebutuhan BBM: 5 × 20 × 10 × 26 = 26.000 liter/bulan
Jika harga BBM yang digunakan dalam perhitungan anggaran adalah RpX per liter, maka: 26.000 × RpX = total biaya BBM bulanan
Dari sini perusahaan sudah dapat memasukkan BBM ke dalam anggaran operasional.
Menghitung Biaya BBM Berdasarkan Jam Operasi
Untuk alat berat dan mesin industri, salah satu indikator yang berguna adalah biaya BBM per jam operasi.
Misalnya:
Konsumsi: 20 liter/jam
Harga BBM: RpX/liter
Maka: 20 × RpX = biaya BBM per jam
Angka ini dapat dibandingkan dengan produktivitas alat.
Misalnya sebuah excavator menghasilkan 100 ton material per jam. Perusahaan dapat menghitung: biaya BBM per ton = biaya BBM per jam ÷ produksi per jam
Dengan demikian, perusahaan tidak hanya mengetahui konsumsi bahan bakar, tetapi juga biaya energi untuk menghasilkan output.
Menghitung Biaya BBM Armada Truk
Untuk kendaraan seperti truk, perusahaan dapat menggunakan parameter kilometer per liter.
Contohnya:
- Jarak perjalanan: 250 km/hari
- Konsumsi: 2,5 km/liter
- Hari operasi: 26 hari
Kebutuhan BBM per hari: 250 ÷ 2,5 = 100 liter
Kebutuhan per bulan: 100 × 26 = 2.600 liter
Jika harga BBM adalah RpX/liter: 2.600 × RpX = biaya BBM satu truk per bulan
Jika perusahaan memiliki 20 truk: 2.600 × 20 = 52.000 liter/bulan
Kemudian volume tersebut dikalikan dengan harga BBM aktual.
Jangan Hanya Menghitung Harga BBM
Dalam operasional industri, biaya bahan bakar sebenarnya tidak selalu berhenti pada harga per liter. Ada biaya lain yang perlu diperhatikan.
Misalnya:
- Biaya pengiriman
- Biaya penyimpanan
- Biaya pengelolaan tangki
- Biaya administrasi
- Biaya akibat keterlambatan
- Biaya akibat downtime
- Biaya maintenance yang berkaitan dengan sistem bahan bakar
Karena itu, perusahaan dapat menggunakan pendekatan total cost. Tujuannya untuk mengetahui biaya sebenarnya dari pengelolaan BBM.
Menghitung Biaya BBM per Unit Produksi
Ini salah satu indikator paling berguna bagi industri.
Misalnya:
Total BBM: 100.000 liter
Harga BBM: RpX/liter
Total produksi: 200.000 ton
Maka perusahaan dapat menghitung biaya BBM per ton:
Total biaya BBM ÷ total produksi
Dengan indikator ini, perusahaan dapat membandingkan efisiensi dari bulan ke bulan.
Misalnya bulan Januari: RpA/ton
Bulan Februari: RpB/ton
Jika biaya per ton meningkat, perusahaan dapat mencari penyebabnya.
Mengapa Biaya per Unit Produksi Lebih Berguna?
Bayangkan konsumsi BBM bulan ini meningkat 5%. Sekilas terlihat buruk. Tetapi ternyata produksi meningkat 15%. Artinya, perusahaan mungkin justru menjadi lebih efisien jika dihitung berdasarkan output.
Sebaliknya, konsumsi BBM turun 5%, tetapi produksi turun 20%. Kondisi tersebut belum tentu menunjukkan efisiensi. Karena itu, perusahaan sebaiknya mengukur:
BBM → biaya → output
bukan hanya:
BBM → liter
Cara Mengetahui Unit yang Boros
Perusahaan dengan banyak kendaraan atau mesin sebaiknya tidak menggunakan satu angka rata-rata untuk seluruh unit. Buat data per unit. Contohnya:
| Unit | Konsumsi | Jam Operasi | BBM |
| Excavator A | 20 L/jam | 200 jam | 4.000 L |
| Excavator B | 24 L/jam | 200 jam | 4.800 L |
| Excavator C | 21 L/jam | 200 jam | 4.200 L |
Excavator B menggunakan BBM lebih banyak dibandingkan unit lainnya.
Namun jangan langsung menyimpulkan unit tersebut boros. Perlu diperiksa:
- Beban kerja
- Kondisi medan
- Material
- Operator
- Idle time
- Kondisi mesin
- Sistem hidrolik
Data hanya menjadi titik awal untuk melakukan evaluasi.
Strategi Menghemat Biaya BBM Industri
Menghemat BBM bukan berarti sekadar mengurangi jumlah bahan bakar yang digunakan. Yang lebih tepat adalah: Mengurangi pemborosan tanpa mengurangi produktivitas. Berikut beberapa strategi yang dapat dilakukan.
1. Kurangi Idle Time
Mesin yang menyala tetapi tidak melakukan pekerjaan tetap mengonsumsi BBM. Jika memungkinkan, kurangi waktu idle yang tidak diperlukan. Pengurangan idle beberapa jam per hari pada banyak unit dapat menghasilkan penghematan yang cukup besar.
2. Rawat Mesin Secara Berkala
Mesin yang tidak dirawat dapat mengalami penurunan efisiensi. Perhatikan:
- Filter udara
- Filter bahan bakar
- Injektor
- Oli
- Sistem pendinginan
- Tekanan ban untuk kendaraan
- Sistem hidrolik pada alat berat
Maintenance yang baik membantu menjaga mesin tetap bekerja sesuai kondisi yang diharapkan.
3. Pantau Konsumsi Setiap Unit
Jangan hanya melihat total BBM perusahaan. Pantau setiap kendaraan dan mesin. Jika satu unit tiba-tiba mengonsumsi jauh lebih banyak, lakukan pemeriksaan. Perubahan konsumsi dapat menjadi tanda awal adanya masalah.
4. Perbaiki Perencanaan Operasional
Rute kendaraan, urutan pekerjaan, dan waktu operasi dapat memengaruhi konsumsi BBM. Misalnya truk harus melakukan perjalanan kosong terlalu sering. Jika jadwal dapat diatur agar perjalanan lebih efisien, konsumsi BBM dapat ditekan tanpa mengurangi jumlah pekerjaan.
5. Kelola Tangki BBM dengan Baik
Kualitas BBM juga berkaitan dengan pengelolaan tangki.
Tangki perlu dijaga dari:
- Air
- Debu
- Karat
- Endapan
- Kontaminasi
Kondisi penyimpanan yang buruk dapat menimbulkan masalah pada sistem bahan bakar.
6. Gunakan Data untuk Menentukan Pembelian
Data konsumsi bulanan dapat membantu perusahaan menentukan pola pengadaan.
Misalnya:
Rata-rata konsumsi: 60.000 liter/bulan
Perusahaan dapat membuat perencanaan pengiriman berdasarkan:
- Konsumsi harian
- Kapasitas tangki
- Safety stock
- Lead time pemasok
Dengan demikian, perusahaan tidak perlu melakukan pembelian secara mendadak.
7. Bandingkan Supplier Berdasarkan Total Biaya
Supplier BBM sebaiknya tidak dibandingkan hanya berdasarkan harga per liter. Perhatikan juga:
- Ketepatan pengiriman
- Kapasitas pasokan
- Kualitas
- Dokumentasi
- Biaya pengiriman
- Pelayanan
Harga yang lebih rendah belum tentu menghasilkan biaya total yang lebih rendah jika pasokan sering terlambat atau tidak sesuai kebutuhan operasional.
Cara Membuat Laporan Biaya BBM Bulanan
Perusahaan dapat membuat laporan sederhana.
Contohnya:
| Parameter | Nilai |
| Total BBM | 100.000 L |
| Harga rata-rata | RpX/L |
| Total biaya | RpXXX |
| Jumlah unit | 30 |
| Total jam operasi | 10.000 jam |
| Biaya per jam | RpXXX |
| Produksi | 200.000 ton |
| Biaya BBM/ton | RpXXX |
Dari laporan tersebut, manajemen dapat melihat kondisi BBM secara lebih jelas.
Tetapkan Target Efisiensi
Setelah memiliki data beberapa bulan, perusahaan dapat membuat target. Misalnya:
Konsumsi saat ini: 20 L/jam Target: 19 L/jam
Penurunan 1 liter per jam terlihat kecil. Tetapi jika ada: 20 unit × 2.000 jam/tahun. Maka potensi penghematan mencapai:20 × 2.000 × 1 = 40.000 liter/tahun. Jika dikalikan harga BBM aktual, perusahaan dapat mengetahui potensi nilai penghematannya.
Contoh sederhana ini menunjukkan bahwa perbaikan kecil pada setiap unit dapat menghasilkan dampak besar ketika diterapkan pada armada atau mesin dalam jumlah banyak.
Apakah B50 Membuat Biaya BBM Industri Lebih Mahal?
Pertanyaan ini perlu dilihat dari beberapa sisi. Biaya operasional tidak hanya ditentukan oleh harga per liter. Perusahaan perlu melihat: Harga BBM × konsumsi × produktivitas.
Jika konsumsi berubah, biaya energi dapat berubah. Namun jika produktivitas juga berubah, hasil akhirnya bisa berbeda. Karena itu, evaluasi B50 sebaiknya menggunakan data aktual perusahaan.
Bandingkan:
- Liter per jam
- Liter per kilometer
- Biaya per jam
- Biaya per kilometer
- Biaya per unit produksi
- Downtime
- Maintenance
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat menilai dampak B50 secara lebih objektif.
Cara menghitung biaya BBM industri sebenarnya cukup sederhana. Rumus dasarnya:
Biaya BBM = volume BBM × harga per liter
Namun bagi perusahaan dengan operasional besar, perhitungan sebaiknya dikembangkan menjadi indikator yang lebih berguna.
Misalnya:
Biaya per jam operasi, Biaya per kilometer, Biaya per kendaraan, Biaya per mesin, dan Biaya per ton produksi. Dengan indikator tersebut, perusahaan dapat mengetahui apakah penggunaan BBM benar-benar efisien.
Strategi penghematan juga tidak harus selalu berupa pengurangan konsumsi secara langsung. Perusahaan dapat mengurangi biaya melalui:
- Mengurangi idle time
- Maintenance rutin
- Monitoring konsumsi
- Perencanaan rute
- Pengelolaan tangki
- Pengadaan yang terencana
- Pemilihan supplier yang tepat
- Peningkatan produktivitas
Pada akhirnya, tujuan utama bukan menggunakan BBM sesedikit mungkin, tetapi mendapatkan hasil produksi sebesar mungkin dari setiap liter BBM yang digunakan.
Inilah pendekatan yang lebih tepat untuk mengelola biaya BBM di era B50.
FAQ
Bagaimana rumus menghitung biaya BBM industri?
Rumus dasarnya adalah volume BBM yang digunakan dikalikan harga BBM per liter.
Bagaimana menghitung biaya BBM alat berat?
Hitung konsumsi liter per jam, kemudian kalikan dengan jam operasi dan harga BBM per liter.
Bagaimana menghitung biaya BBM truk?
Jika konsumsi menggunakan kilometer per liter, hitung total jarak tempuh dibagi km/liter untuk mendapatkan kebutuhan liter, kemudian kalikan harga BBM.
Bagaimana cara mengetahui kendaraan yang boros BBM?
Bandingkan konsumsi setiap kendaraan dalam kondisi operasi yang relatif sama. Jika satu unit memiliki konsumsi jauh lebih tinggi, lakukan pemeriksaan terhadap kendaraan, mesin, rute, beban, dan pola pengoperasian.
Apakah menghemat BBM selalu berarti mengurangi jumlah liter?
Tidak. Efisiensi sebaiknya dilihat bersama produktivitas. Penggunaan BBM sedikit lebih tinggi dapat tetap efisien jika menghasilkan output yang jauh lebih besar.
Bagaimana cara menghemat biaya BBM industri?
Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah mengurangi idle time, menjaga kondisi mesin, memonitor konsumsi setiap unit, memperbaiki perencanaan operasional, menjaga tangki BBM, dan melakukan pengadaan berdasarkan data kebutuhan.
Baca Juga : Kebutuhan Biodiesel B50 untuk Industri : Bagaimana Menghitung Kebutuhan BBM Per Bulan ?