Polusi udara di kota padat seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Sumber utamanya berasal dari kendaraan berbahan bakar diesel yang menghasilkan emisi berbahaya seperti PM2.5, NOx, dan karbon monoksida.
Di sisi lain, Indonesia mendorong penggunaan biodiesel melalui program seperti B40 sebagai bagian dari transisi energi.
Pertanyaannya:
Apakah biodiesel benar-benar berdampak pada kesehatan masyarakat dan biaya kesehatan nasional?
Biodiesel memiliki kandungan oksigen lebih tinggi dibanding solar, sehingga pembakarannya lebih sempurna.
Dampak terhadap emisi:
- Particulate Matter (PM) ↓
- Carbon Monoxide (CO) ↓
- Hydrocarbon (HC) ↓
- Sulfur (SO₂) hampir nol
- Nitrogen Oxides (NOx) ⚠️ sedikit meningkat
Penurunan PM sangat krusial karena partikel ini paling berbahaya bagi sistem pernapasan manusia.
Polusi udara dari kendaraan diesel berkaitan langsung dengan berbagai penyakit Infeksi saluran pernapasan (ISPA), Asma, Penyakit jantung, Kanker paru, dan Kematian dini. Partikel halus (PM2.5) dapat masuk ke paru-paru, Menyebar ke aliran darah, dan Memicu peradangan kronis.
Dengan menurunkan emisi berbahaya, biodiesel berpotensi:
- Mengurangi paparan racun harian
- Menekan angka penyakit pernapasan
- Meningkatkan kualitas hidup masyarakat
Di kota dengan kepadatan kendaraan tinggi, Emisi kendaraan = kontributor utama polusi dan Paparan terjadi setiap hari. Implementasi biodiesel seperti B20–B40 menunjukkan Penurunan emisi langsung di jalan, Peningkatan kualitas udara, dan Lingkungan perkotaan lebih sehat. Semakin tinggi campuran biodiesel, potensi dampaknya semakin besar.
Polusi udara berdampak besar pada ekonomi negara, terutama melalui sektor kesehatan:
Beban yang ditimbulkan:
- Biaya pengobatan
- Rawat inap
- Obat jangka panjang
- Penurunan produktivitas kerja
Dengan berkurangnya polusi:
➡️ Jumlah pasien menurun
➡️ Beban BPJS dan rumah sakit berkurang
➡️ Produktivitas masyarakat meningkat
Ini disebut sebagai pengurangan biaya eksternal (external cost) dalam ekonomi lingkungan.
Kesimpulan
Penggunaan biodiesel dengan campuran tinggi seperti B40 memberikan dampak nyata:
✅ Mengurangi polusi udara berbahaya
✅ Menurunkan risiko penyakit akibat polusi
✅ Mengurangi beban biaya kesehatan nasional
✅ Meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan
Namun Biodiesel adalah bagian dari solusi, bukan satu-satunya solusi. Perlu didukung oleh Teknologi kendaraan modern, Kebijakan lingkungan, dan Transisi ke energi bersih jangka panjang.
Baca Juga: Masa Depan Energi Indonesia: Apakah Biodiesel Akan Menggantikan BBM Sepenuhnya?