Cara Menentukan Jumlah Pesanan BBM Industri Agar Stok Tetap Efisien

Mengetahui kapan harus melakukan pemesanan BBM merupakan satu hal. Menentukan berapa banyak BBM yang harus dipesan merupakan hal berikutnya yang tidak kalah penting.

Jika jumlah pesanan terlalu sedikit, perusahaan mungkin harus melakukan pemesanan berulang kali dalam waktu singkat. Sebaliknya, jika jumlah pesanan terlalu besar, kapasitas tangki bisa tidak mencukupi atau perusahaan menyimpan persediaan lebih banyak dari kebutuhan operasional.

Kerena itu, jumlah pesanan BBM industri sebaiknya disesuaikan dengan pola pemakaian, kapasitas penyimpanan, stok yang tersedia, waktu pengiriman, serta kebutuhan operasional perusahaan.

Mengapa Jumlah Pesanan BBM Perlu Dihitung?

Pengadaan BBM dalam jumlah besar biasanya melibatkan biaya dan perencanaan yang tidak sedikit. Perusahaan perlu memastikan BBM yang dipesan cukup untuk kebutuhan operasional, tetapi tetap berada dalam batas penyimpanan yang wajar.

Dengan perhitungan yang lebih terukur, perusahaan dapat menentukan volume pengadaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Faktor Yang Perlu Dipertimbangkan

Tidak ada satu jumlah pesanan yang cocok untuk semua perusahaan. Beberapa faktor perlu diperhatikan sebelum menentukan volume order.

  1. Rata-Rata Pemakaian BBM
    Data pemakaian merupakan dasar utama. Perusahaan perlu mengetahui berapa liter BBM yang rata-rata digunakan setiap hari, minggu, atau bulan.
  2. Kapasitas Tangki
    Jumlah pesanan juga harus disesuaikan dengan kapasitas tangki yang tersedia. Pengadaan harus dibagi menjadi beberapa kali pengiriman sesuai kapasitas penyimpanan dan pola konsumsi.
  3. Stok Yang Masih Tersedia
    Jumlah BBM yang masih ada ketika pemesanan dilakukan juga perlu diperhitungkan.
  4. Lead Time Pengiriman
    Jika suplier membutuhkan beberapa hari untuk mengirimkan BBM, perusahaan harus memastikan stok yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan selama masa tunggu tersebut. Semakin panjang lead time, semakin penting perencanaan jumlah pesanan dan jadwal pengadaan.
  5. Safety Stock
    Perusahaan juga perlu mempertahankan stok pengaman untuk menghadapi kondisi yang tidak terduga. Safety stok dapat membantu ketika terjadi keterlambatan pengiriman atau peningkatan konsumsi BBM.

Checklist Sebelum Menentukan Jumlah Pesanan

Sebelum membuat pesanan BBM, bagian purchasing atau operasional dapat memeriksa beberapa hal:

  1. Berapa stok BBM saat ini?
  2. Berapa rata-rata pemakaian harian?
  3. Berapa kebutuhan sampai pengiriman berikutnya?
  4. Berapa safety stock yang ingin dipertahankan?
  5. Berapa kapasitas efektif tangki?
  6. Berapa lama lead time supplier?
  7. Apakah ada peningkatan kebutuhan dalam waktu dekat?
  8. Apakah ada jadwal pengiriman atau operasional khusus?
  9. Berapa jumlah pesanan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas penyimpanan?

Dengan checklist tersebut, keputusan pengadaan dapat dibuat berdasarkan kondisi aktual.

Kesimpulan

Menentukan jumlah pesanan BBM industri tidak cukup hanya berdasarkan kapasitas tangki atau kebiasaan pemesanan sebelumnya. Perusahaan perlu mempertimbangkan pemakaian, stok saat ini, kebutuhan periode berikutnya, safety stock, kapasitas penyimpanan, dan waktu pengiriman.

Salah satu pendekatan sederhana yang dapat digunakan adalah:

Jumlah Pesanan = Kebutuhan Periode Berikutnya + Target Stok Akhir – Stok Saat Ini

Hasil perhitungan kemudian perlu diperiksa kembali terhadap kapasitas tangki dan kondisi operasional.

Dengan menggabungkan perhitungan jumlah pesanan dengan reorder point dan stok minimum, perusahaan dapat membuat pengadaan BBM lebih terencana. Tujuannya bukan sekadar memiliki stok sebanyak mungkin, tetapi menjaga persediaan pada tingkat yang cukup untuk mendukung operasional tanpa menimbulkan penyimpanan yang tidak diperlukan.

FAQ

Bagaimana cara menentukan jumlah pesanan BBM industri?
Jumlah pesanan dapat dihitung berdasarkan kebutuhan periode berikutnya, target stok akhir, dan stok yang masih tersedia. Kapasitas tangki dan lead time pengiriman juga perlu diperiksa.

Apakah jumlah pesanan harus sama setiap kali melakukan pengadaan?
Tidak. Jumlah pesanan dapat berubah sesuai dengan pemakaian, aktivitas operasional, stok yang tersedia, dan kebutuhan periode berikutnya.

Apakah kapasitas tangki menentukan jumlah pesanan BBM?
Kapasitas tangki menjadi batas penyimpanan. Namun, kapasitas maksimum tangki tidak otomatis menjadi jumlah BBM yang harus dipesan setiap kali pengadaan.

Apa hubungan jumlah pesanan dengan reorder point?
Reorder point menentukan kapan pemesanan dilakukan, sedangkan jumlah pesanan menentukan berapa banyak BBM yang dipesan ketika titik tersebut tercapai.

Mengapa safety stock perlu diperhitungkan?
Safety stock membantu menyediakan cadangan ketika terjadi keterlambatan pengiriman atau peningkatan konsumsi yang tidak sesuai dengan rata-rata normal.

Baca Juga : Cara Menentukan Stok Minimum BBM Industri agar Tidak Kehabisan Saat Operasional.

Tentang Penulis

afnajayapratama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses