Penyediaan area khusus (dedicated area) dari lahan terdegradasi untuk memperluas perkebunanan kelapa sawit agar program mandatori BBN dapat diteruskan hingga B100 menjadi suatu keharusan. Area khusus ini akan dikelola oleh BUMN atau para petani sawit.
Industri biodiesel di tanah air menghadapi tantangan yang cukup pelik. Kenaikan kebutuhan biodiesel di pasar domestik disampaing membawa efek positif seperti penyerapan stok biodiesel, juga memiliki efek negatif karena peningkatan ini tidak dibarengan peningkatan produksi. Sehingga dapat menggangu sektor lain seperti pada sektor pangan yang akan kesulitan mendapatkan bahan baku.
Produksi minyak sawit pada 2020 sebesar 51,58 juta ton, 2021 sekitar 51,3 juta ton, 2022 mencapai 51,25 juta ton, dan 2023 54,84 juta ton. Walau terlihat mengalami kenaikan, produksi minyak sawit relatif stganan di banding dengan lonjakan kebutuhan minyak sawit untuk kebutuhan produksi biodiesel.
Produksi minyak sawit akan menurun secara drastis saat UU cipta kerja diterapkan sehingga perkebunan seluar 2,4 juta hektare akan dijadikan kawasan hutan. Dengan luas 2,4 juta ha, produksi akan berkurang sekitar 7,2 juta ton per tahun.
Hal ini tentunya akan membuat pemmenuhan kebutuhan untuk pasar domestik dan luar negeri akan terhambat dan juga membuat target program bioenergi pada tahun 2045 tidak akan tercapai.
Baca Juga : Penurunan Ekspor Biodiesel Ke Uni Eropa