Model Rantai Pasok dan Pengumpulan Minyak Jelantah (UCO) untuk Mendukung Biodiesel B40

Pemanfaatan minyak jelantah (used cooking oil/UCO) sebagai feedstock pendamping CPO dalam program biodiesel B40 tidak dapat dilepaskan dari model rantai pasok yang efisien dan terstruktur. Tanpa sistem pengumpulan dan distribusi yang baik, potensi UCO yang besar di sektor rumah tangga dan industri tidak akan optimal. Oleh karena itu, pembangunan rantai pasok UCO menjadi kunci agar biodiesel berbasis ekonomi sirkular dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sumber Minyak Jelantah: Hulu Rantai Pasok

Rantai pasok UCO dimulai dari sumber penghasil, yang umumnya terbagi menjadi dua kategori utama.

Pertama, rumah tangga, yang jumlahnya sangat besar namun tersebar dan volumenya relatif kecil per titik. Kedua, sektor komersil dan industri, seperti restoran, hotel, katering, dan pabrik makanan, yang menghasilkan UCO dalam volume yang lebih besar dan lebih konsisten.

Pendekatan pengumpulan untuk masing-masing sumber tentu berbeda, namun keduanya sama-sama penting dalam membangun pasokan UCO nasional.

Sistem Pengumpulan dan Agresi

Tahap berikutnya adalah pengumpulan dan agregasi. Di sinilah peran UMKM, koperasi, dan perusahaan pengelola limbah menjadi krusial. Minyak jelantah dikumpulkan secara berkala, disimpan dalam wadah khusus, lalu dikirim ke titik agregasi.

Sistem ini membutuhkan standar penyimpanan, pencatatan volume, serta pemisahan dari limbah lain agar kualitas UCO tetap terjaga sebelum masuk ke tahap pengolahan.

Logistik dan Distribusi ke Fasilitas Pengolahan

Setelah terkumpul, UCO didistribusikan ke fasilitas pra-pengolahan atau pabrik biodiesel. Pada tahap ini, efisiensi logistik sangat menentukan biaya akhir feedstock.

Penggunaan armada logistik yang terjadwal dan terintegrasi membantu memastikan pasokan UCO berjalan stabil, terutama bagi industri biodiesel yang membutuhkan bahan baku secara kontinu.

Integrasi dengan Industri Biodiesel

UCO yang telah melalui proses pra-pengolahan selanjutnya diintegrasikan ke dalam sistem produksi biodiesel, baik sebagai feedstock utama maupun pendamping CPO.

Model rantai pasok yang baik memungkinkan industri biodiesel mengatur proporsi bahan baku secara fleksibel, sekaligus menjaga kualitas dan konsistensi produk B40 yang dihasilkan.

Peran Digitalisasi dalam Rantai Pasok UCO

Untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi, digitalisasi mulai diterapkan dalam rantai pasok UCO. Pencatatan digital, pelacakan volume, dan pemantauan kualitas membantu menciptakan sistem yang akuntabel dan dapat dipercaya.

Bagi sektor B2B energi, sistem ini memberikan kepastian pasokan sekaligus mendukung standar keberlanjutan dan pelaporan ESG.

Model rantai pasok dan pengumpulan minyak jelantah yang terstruktur adalah fondasi utama keberhasilan integrasi UCO dalam biodiesel B40. Dengan melibatkan rumah tangga, pelaku usaha, dan industri secara kolaboratif, Indonesia dapat memaksimalkan potensi limbah menjadi sumber energi bernilai tinggi. Inilah wujud nyata ekonomi sirkular yang tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga menciptakan manfaat lingkungan dan ekonomi secara bersamaan.

Baca Juga: B40 Berbasis Ekonomi Sirkular: Integrasi Minyak Jelantah sebagai Feedstock Pendamping CPO.

Tentang Penulis

afnajayapratama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses