Blockchain dan B40: Pilar Baru Kepercayaan Publik dalam Transisi Energi Nasional

Keberhasilan program B40 tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi biodiesel atau kesiapan infrastruktur distribusi. Faktor yang sama pentingnya adalah kepercayaan publik. Masyarakat, pelaku usaha, hingga mitra internasional perlu diyakinkan bahwa B40 benar-benar berasal dari sumber yang legal, berkelanjutan, dan dikelola secara transparan. Di sinilah teknologi blockchain memainkan peran strategis.

Blockchain bukan sekedar alat digital, melainkan fondasi baru tata kelola energi berbasis kepercayaan (trust-based system).

Mengapa Kepercayaan Publik Menjadi Isu Penting dalam B40?

Program energi berbasis sawit sering kali dihadapkan pada:

  • Tuduhan sawit ilegal
  • Kekhawatiran deforestasi
  • Keraguan terhadap klaim keberlanjutan
  • Isu pencampuran biodiesel yang tidak sesuai standar

Tanpa sistem keterlacakan yang kuat, narasi negatif ini mudah berkembang. Blockchain hadir sebagai jawaban berbasis data, bukan opini.

Blockchain sebagai Sistem Transparansi Terbuka
Dengan blockchain, setiap proses dalam rantai pasok B40:

  • Tercatat otomatis
  • Terhubung antar pelaku
  • Tidak dapat diubah sepihak
  • Bisa diaudit kapan saja

Artinya, klaim keberlanjutan tidak lagi bersifat deklaratif, tetapi dapat dibuktikan secara digital. Inilah yang membedakan blockchain dari sistem pelaporan manual. Bagi publik, ini berarti:

“Apa yang diklaim pemerintah dan industri bisa diverifikasi lewat data.”

Membangun Akuntabilitas dari Hulu hingga Hilir
Blockchain menciptakan akuntabilitas kolektif. Setiap pelaku:

  • Petani sawit
  • PKS
  • Produsen biodiesel
  • Distributor BBM

memiliki tanggung jawab atas data yang mereka masukkan. Jika terjadi pelanggaran, titik masalah bisa langsung ditelusuri tanpa menyalahkan seluruh sistem. Ini mendorong perubahan perilaku:

  • Lebih patuh regulasi
  • Lebih disiplin administrasi
  • Lebih serius menjaga standar keberlanjutan

Dampak Positif bagi Transisi Energi Nasional

  • Meningkatkan Penerimaan Publik
    Masyarakat lebih percaya menggunakan B40 karena asal-usulnya jelas.
  • Menguatkan Kredibilitas Kebijakan
    Pemerintah memiliki alat kontrol berbasis teknologi, bukan sekedar regulasi di atas kertas.
  • Menarik Dukungan Internasional
    Blockchain menjadi bukti bahwa Indonesia serius menjalankan transisi energi yang transparan dan bertanggung jawab.

Tantangan Sosial dan Cara Mengatasinya
Kepercayaan publik tidak dibangun hanya dengan teknologi. Tantangan yang masih perlu diatasi:

  • Kurangnya literasi digital
  • Persepsi blockchain sebagai teknologi mahal
  • Kekhawatiran data hanya menguntungkan industri besar

Solusinya adalah:

  • Edukasi publik yang konsisten
  • Keterlibatan petani kecil dalam sistem
  • Transparansi akses data non-sensitif

Dengan pendekatan inklusif, blockchain justru bisa menjadi alat demokratisasi informasi energi.

B40 adalah kebijakan energi. Namun dengan blockchain, B40 juga menjadi kebijakan kepercayaan publik. Transparansi, keterlacakan, dan akuntabilitas yang dibangun melalui teknologi ini menjadikan transisi energi Indonesia lebih kredibel, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Ke depan, energi bukan hanya soal pasokan, tetapi soal siapa yang dipercaya mengelolanya.

Baca Juga: Minyak Goreng Sawit, Kesehatan Jantung, dan Isu Lemak Trans: Meluruskan Miskonsepsi yang Beredar.

Tentang Penulis

afnajayapratama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses